Showing posts with label google. Show all posts
Showing posts with label google. Show all posts

Friday, 12 June 2015

Celana Jeans Pintar dari Google

Setelah kulkas, televisi, dan arloji, sebentar lagi giliran celana jeans yang dibuat "pintar". Itulah yang sedang dikembangkan oleh Google bersama pabrikan jeans terkenal, Levi Strauss. Kedua perusahaan mengumumkan kerja samanya dalam konferensi Google I/0 2015, minggu lalu.

Wearable device alias perangkat yang dikenakan di tubuh ini nantinya akan bisa menerima input berupa sentuhan jari ala touchpad sehingga dipakai mengendalikan gadget lewat gesture tubuh. Kontrol playback musik di ponsel, misalnya, dapat dilakukan dengan menyentuh atau menyapukan jari di atas bahan tekstil jeans.

"Kami punya para genius di ATAP yang bakal membantu mengembangkan dan mewujudkan platform ini," kata Paul Dillinger dari Levi Strauss,

Bernama "Project Jacquard", pengembangan jeans pintar tersebut merupakan buah pikiran dari divisi Advanced Technology and Projects (ATAP) Google. Tim ATAP berencana membuat bahan jeans pintar menggunakan serat konduktif khusus yang dijahit bersama bahan tekstil biasa.

Serat-serat khusus ini nantinya bisa digunakan bersama aneka macam bahan tekstil, tak terbatas untuk jeans saja. Rancangan pakaian pun bisa diserahkan sepenuhnya para desainer. Bagian yang bisa menerima input dapat dibuat agar menonjol dari bagian lain, misalnya dengan diberi warna berbeda, atau dibuat menyatu. Bisa juga dibatasi pada area tertentu.

Meski canggih, jeans pintar nantinya dapat diperlakukan layaknya bahan tekstil biasa. "Ini bisa dicuci," ujar Emre Karagozler dari Google ATAP, yang menyebut produk eksperimen bikinannya itu sebagai "tekstil interaktif". "Perlakuannya seperti kain biasa saja," ujar dia.

Selain Project Jacquard, Google juga sedang mengembangkan eksperimen lain bernama Project Soli yang melibatkan sebuah cip "radar".

Cip ini mampu mendeteksi gerakan-gerakan tangan pengguna, misalnya menjentikkan atau menggerak-gerakkan jari, untuk dipakai mengendalikan wearable device. Ukuran "radar" yang bersangkutan sengaja dibuat mungil agar bisa ditanamkan di perangkat-perangkat macam arloji pintar.

Sayang, meski menarik, belum ada informasi mengenai kapan kedua eksperimen di atas bakal mewujud dalam bentuk produk jadi.

source : tekno.kompas.com

Untuk Pangkas Biaya Hidup di Perkotaan, Google Bikin Startup

Google saat ini ingin menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan menyenangkan untuk masyarakat perkotaan. Maka dari itu, Google membangun perusahaan digital (startup) yang diberi nama "Sidewalk Labs".

Memangkas biaya hidup di perkotaan menjadi salah satu tujuan pendirian Sidewalk Labs. Solusi ini menurut Google belum dilirik oleh startup-startup yang sudah ada.

Google menganggap aplikasi-aplikasi buatan startup yang beredar selama ini cenderung hanya fokus pada penyelesaian masalah di permukaan. Misalnya, memberitahu titik macet untuk dihindari atau menginformasikan daftar harga apartemen yang tersedia.

Sidewalk Labs diharapkan memberikan solusi yang tidak disediakan startup-startup lain. Terutama, masalah-masalah yang menjadi akar belum tersentuh.

"Misalnya membuat transportasi yang lebih efisien, menurunkan biaya hidup, mereduksi penggunaan energi, dan membantu operasional pemerintah yang lebih hemat," kata perwakilan Google.

Secara garis besar, Sidewalk Labs akan membangun dan membeli teknologi-teknologi untuk menciptakan kehidupan urban yang tentram.

CEO Google Larry Page belum menjelaskan secara spesifik ihwal langkah-langkah strategis yang bakal dilakukan. Walau begitu, Page mengakui cita-cita perusahaannya bakal sulit direalisasikan.

''Untuk jangka panjang, cita-cita seperti ini sulit dilakukan oleh hampir semua perusahaan. Tapi saya dan Sergey selalu percaya bahwa ini penting,'' kata Page melalui laman Google+.

Page juga belum membeberkan nilai investasi yang dikeluarkan untuk Sidewalk Labs.

Google menunjuk Dan Doctoroff, mantan CEO Bloomberg untuk memimpin "Sidewalk Labs". Menurut Doctoroff, Sidewalk Labs adalah awal mula Google mengubah dunia. "Kami berada pada permulaan transformasi bersejarah", katanya.

Ekspansi peran Google ini semakin menegaskan pihaknya tak ingin sekadar dipandang sebagai perusahaan mesin pencari. Walau, bisnis itu masih menjadi sumber pemasukan terbesar Google.

Tiap tahunnya, perusahaan yang didirikan Page dan Brian Sergey ini meraup penghasilan 50 miliar dollar AS atau setara Rp 664 triliun.

source : tekno.kompas.com