Friday, 12 June 2015

Printer "Infus" Baru Epson Minus Keran Tinta

Tahun 2015 ini menandai 15 tahun kiprah Epson terjun di pasar printer Indonesia. Perusahaan Jepang itu pun merilis lima printer L Series generasi ketiga di Indonesia untuk berbagai kalangan dengan kebutuhan berbeda-beda.

Kelima printer L Series tersebut adalah Epson L565, L365, L360, L310, dan L220. Layaknya printer-printer L-Series sebelumnya, lima printer terbaru ini juga memiliki teknologi khas Epson, yaitu tanki tinta yang bisa diisi ulang.

"Dibanding generasi sebelumnya, peningkatannya kali ini adalah dalam hal kecepatan, presisi, dan daya tahan," demikian ujar Riswin Li, Product Marketing Manager Consumer Product Department Epson Indonesia.

Selain itu, desain tanki tinta milik printer L Series Epson generasi ketiga juga diubah. Jika di generasi sebelumnya terdapat choke valve (keran tinta) yang biasa digunakan sebagai pengaman saat printer dipindahkan, maka kini choke valve tersebut dihilangkan.

Sebab menurut Epson, choke valve pada praktiknya justru membingungkan pengguna. "Mereka kadang bingung ini di posisi on atau off, kalau posisinya salah dan dipakai untuk nge-print, maka headprint bisa rusak," terang Riswin.

Namun demikian, Riswin memastikan konsumen tidak perlu khawatir karena walau tanpa choke valve, desain tanki tinta printer L Series baru tersebut tetap aman saat dibawa kemana-mana.

Kelima printer L Series terbaru Epson mulai tersedia di pasaran di bulan Juli dengan rentang harga antara Rp 2 juta-an untuk model single function ukuran kertas A3 hingga Rp 4 juta untuk model All-in-One (print/copy/scan).

source : tekno.kompas.com

Celana Jeans Pintar dari Google

Setelah kulkas, televisi, dan arloji, sebentar lagi giliran celana jeans yang dibuat "pintar". Itulah yang sedang dikembangkan oleh Google bersama pabrikan jeans terkenal, Levi Strauss. Kedua perusahaan mengumumkan kerja samanya dalam konferensi Google I/0 2015, minggu lalu.

Wearable device alias perangkat yang dikenakan di tubuh ini nantinya akan bisa menerima input berupa sentuhan jari ala touchpad sehingga dipakai mengendalikan gadget lewat gesture tubuh. Kontrol playback musik di ponsel, misalnya, dapat dilakukan dengan menyentuh atau menyapukan jari di atas bahan tekstil jeans.

"Kami punya para genius di ATAP yang bakal membantu mengembangkan dan mewujudkan platform ini," kata Paul Dillinger dari Levi Strauss,

Bernama "Project Jacquard", pengembangan jeans pintar tersebut merupakan buah pikiran dari divisi Advanced Technology and Projects (ATAP) Google. Tim ATAP berencana membuat bahan jeans pintar menggunakan serat konduktif khusus yang dijahit bersama bahan tekstil biasa.

Serat-serat khusus ini nantinya bisa digunakan bersama aneka macam bahan tekstil, tak terbatas untuk jeans saja. Rancangan pakaian pun bisa diserahkan sepenuhnya para desainer. Bagian yang bisa menerima input dapat dibuat agar menonjol dari bagian lain, misalnya dengan diberi warna berbeda, atau dibuat menyatu. Bisa juga dibatasi pada area tertentu.

Meski canggih, jeans pintar nantinya dapat diperlakukan layaknya bahan tekstil biasa. "Ini bisa dicuci," ujar Emre Karagozler dari Google ATAP, yang menyebut produk eksperimen bikinannya itu sebagai "tekstil interaktif". "Perlakuannya seperti kain biasa saja," ujar dia.

Selain Project Jacquard, Google juga sedang mengembangkan eksperimen lain bernama Project Soli yang melibatkan sebuah cip "radar".

Cip ini mampu mendeteksi gerakan-gerakan tangan pengguna, misalnya menjentikkan atau menggerak-gerakkan jari, untuk dipakai mengendalikan wearable device. Ukuran "radar" yang bersangkutan sengaja dibuat mungil agar bisa ditanamkan di perangkat-perangkat macam arloji pintar.

Sayang, meski menarik, belum ada informasi mengenai kapan kedua eksperimen di atas bakal mewujud dalam bentuk produk jadi.

source : tekno.kompas.com